Profil

Sejarah dan Profil Program Studi Tafsir Hadis

Jurusan/Program Studi Tafsir-Hadis berdiri sejak tanggal 1 Maret 1989 berdasarkan Surat Keputusan Rektor Institut Agama Islam Negeri (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta nomor: 09 tahun 1989 tentang Pembentukan Jurusan Tafsir-Hadis di bawah naungan Fakultas Ushuluddin. Kemudian diperkuat oleh Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Nomor: E/48/1999 pada tanggal 25 Februari 1999 yang ditandatangani oleh Dirjen Dr. H. Husni Rahim tentang penyelenggaraan Jurusan dan Program Studi pada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.[1]

Penerimaan mahasiswa baru dimulai pada tahun akademik 1989/1990, dan empat tahun kemudian, yaitu tanggal 10 Desember 1993, Jurusan Tafsir-Hadis meluluskan alumni pertamanya. Sepuluh tahun berselang, yaitu tahun akademik 2002/2003, Jurusan Tafsir-Hadis telah meluluskan 675 orang Sarjana Strata Satu. Dalam kurun waktu tersebut, pimpinan Jurusan Tafsir-Hadis adalah sebagai berikut: Prof. Dr. H. Said Agil Husin al-Munawwar, MA (1989-1998); Drs. H. Harun Rasyid, MA (1998); Dr. Syamsuri, MA (1998-2000); Drs. Zahruddin AR, M.Si (2000-2004); Dr. Bustamin, SE, M.Si (2004-2014) dan Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA (2014, 2015-2019).[2]

Sejak diajukan ke Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) Prodi Tafsir-Hadis selalu memperoleh nilai A dengan rincian sebagai berikut: tahun 2000 Nomor: 014/BAN-PT/Ak-IV/VII/2000 dengan nilai (03/602/A),[3] tahun 2006 nomor: 001/BAN-PT/Ak-X/S1/V/2006 dengan nilai (03/380/A),[4] dan tahun 2012 nomor: 001/BAN-PT/Ak-XV/S1/IV/2012 dengan nilai (03/376/A) berlaku sampai tahun 2017.[5]

Sebagai bentuk reintegrasi ilmu, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak tahun akademik 2002/2003 menetapkan nama-nama fakultas dan program studi. Kemudian gelar akademik Program Studi Tafsir Hadis yakni Sarjana Ushuluddin (S.Ud) Meski begitu, sampai saat ini dari pihak fakultas masih berusaha mengajukan penolakan atas kebijakan tersebut. Sebenarnya kebijakan itu sudah lama turun, mengingat dari awal gelar yang sudah berganti-ganti dari Drs, ke S.Ag dan S.Th.I, sekarang harus diganti lagi dengan S.Ud berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Penetapan Pembidangan Ilmu dan Gelar Akademik Di Lingkungan Perguruan Tinggi Agama.

Namun, berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 33 tahun 2016 tentang Gelar Akademik Perguruan Tinggi Keagamaan yang ada di Indonesia begerlar Sarjana Agama (S.Ag), ini maka gelar akademik yang berhak disandang oleh mahasiswa setelah menyelesikan studi maka penulisannya wajib menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidahnya. Dan gelar akademik yang sekarang ini resmi diatur bersifat akomodatif terhadap perkembangan ilmu.

Dalam proses perkuliahan, bahasa pengantar sejak berdirinya sampai sekarang memakai Bahasa Indonesia, namun plaining Tafsir Hadis tahun 2016 sudah membuka teks khusus bilingual dan pada tahun 2018 bisa membuka kelas internasional. Masa Studi Minimal 4 tahun, maksimal 7 tahun. Bila melewati, maka mahasiswa akan mendapat surat Drop Out (DO) dari rektorat. Syarat masuk (entry reguirement) lulusan MA/SMA/SMK/Pesantren/Boarding School yang memiliki kemampuan baca al-Qur’an dan teks Arab.

Sejarah dan Profil Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderan Pendidikan Islam Nomor 3389 Tahun 2013 tentang Penamaan Perguruan Tinggi Agama Islam, Fakultas dan Jurusan pada Perguruan Tinggi Agama Islam Tahun 2013; Keputusan Direktur Jenderal Nomor Dj.I/441/2010 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi Agama Islam; Peraturan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor: 1429 Tahun 2012 tentang Penataan Program Studi di Perguruan Tinggi Agama Islam; dan Keputusan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor: 477 Tahun 2016 tentang Penyesuaian Nomenklatur Program Studi pada Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Nomenklatur Program Studi (Awal) Tafsir Hadis menjadi Program Studi (Baru): a. Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir; b. Ilmu Hadis, yang ditandatangani oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA pada 21 Juni 2016. Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dijabat oleh Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA (2015-2019) dan Sekretaris dijabat oleh Dra. Banun Binaningrum, M.Pd (2015-2019)

Visi, Misi dan Tujuan[7]

Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir memiliki visi, misi dan tujuan sebagai barikut:

Visi:

“Unggul dan terkemuka dalam bidang Al-Qur’an dan Tafsir Berdimensi Keislaman, Kemanusiaan dan Keindonesiaan pada tahun 2021.”

Misi:

Sebagai penjabaran dari visi di atas, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir memiliki misi sebagai berikut:

  • Melaksanakan pengajaran, pendidikan dan pengembangan kajian Ulum al-Qur’an dan Tafsir al-Qur’an secara profesional, akuntabel dan berdaya saing tinggi.
  • Melaksanakan kuliah umum (stadium generale) dan seminar nasional terkait kajian pengembangan kajian Ulum al-Qur’an, dan Tafsir al-Qur’an.
  • Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian dalam pengembangan kajian tafsir al-Qur’an dan Hadis.
  • Melakukan kerjasama yang saling menguntungkan baik dalam skala lokal, nasional maupun internasional.
  • Melakukan pengabdian kepada masyarakat baik melalui kelompok maupun perorangan civitas akademik dengan masyarakat.

Tujuan:

Berdasarkan visi dan misi yang telah disebutkan dan dengan mengacu kepada tujuan fakultas Ushuluddin,[8] maka tujuan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dirumuskan sebagai berikut:

  1. Melahirkan lulusan yang ahli dalam kajian Ulum al-Qur’an, Tafsir al-Qur’an serta Hadis dan Ulum al-Hadis yang kritis, kreatif dan inovatif, berdimensi keislaman, kemanusiaan dan keindonesiaan.
  2. Terselenggaranya perkuliahan yang berkualitas dengan memperhatikan proses, sarana, evaluasi, sumber belajar dan program tindak lanjut
  3. Meningkatnya hasil penelitian kajian tafsir al-Quran dan Hadis baik kuantitas maupun kualitas.
  4. Terwujudnya kerjasama yang saling menguntungkan baik dalam skala lokal, nasional maupun internasional.
  5. Terlaksananya pengabdian kepada masyarakat baik melalui kelompok maupun perorangan civitas akademik dengan masyarakat.
  6. Mengedepankan tepatnya waktu studi mahasiswa antara delapan semester sampai Sembilan semester
  7. Tersedianya kurikulum yang dirancang sesuai dengan visi, misi dan tujuan yang akan dicapai dengan muatan kurikulum inti dan pilihan yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan zaman.

________________________________________________________________________________

[1] Kunjungi website Tafsir Hadis: http://tafsirhadis.ushuluddin.uinjkt.ac.id/?page_id=978

[2] Pedoman Akademik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2004/2005, h. 40.

[3] Prof. Dr. M. K. Tadjuddin, Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, 2000.

[4] Prof. Dr. M. K. Tadjuddin, Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, 2006.

[5] Kamanto Sunarto, Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, 2012.

[6] Muhammad Barir, “Pemisahan Studi Qur’an dan Studi Hadis dalam Pendidikan ke-TH-an di UIN”, diakses pada 22 Juli 2016 dari http://prupangjati.blogspot.co.id/2013/05/pemisahan-studi-quran-dan-studi-hadis.html

[7] Lihat Borang Akreditasi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2017

[8] Tujuan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah: (a) Tersedianya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) beserta silabinya pada setiap program studi yang mencerminkan integrasi antara keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan; (b) Tersedianya tenaga dosen yang berkualitas dan memiliki kompetensi sesuai dengan bidang studinya dengan standar pendidikan S3; (c) Tersedianya tenaga administratif yang profesional, handal, dan memiliki dedikasi yang tinggi dalam pelayanan mahasiswa dan dosen; (d) Terciptanya suasana akademik (academic athmosphere) dalam memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mengacu konsep penjaminan mutu; (e) Terwujudnya kemampuan (skill) dari masing-masing unit untuk melaksanakan pelayanan administasi dan akademik yang memadai; (f) Terwujudnya sistem pembelajaran dan pelayanan administrasi yang baik, yang mendorong kepada peningkatan mutu akademik dan administrasi secara keseluruhan; (g) Terwujudnya peningkatan kualitas lulusan masing-masing program studi agar memiliki keunggulan kompetitif dalam menghadapi era globalisasi dan pasar kerja dewasa ini; (h) Terwujudnya peningkatan pembinaan keilmuan, moral, dan karakter mahasiswa selama proses pendidikan di FU; dan (i) Terwujudnya FU sebagai jantung dari UIN Jakarta. Lihat Rencana Strategis (Renstra) Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2006-2010, h. 5