Fakultas Ushuluddin dan LPMQ Evaluasi Hasil Diklat Pentashihan Mushaf Al-Qur’an

  • 0

Fakultas Ushuluddin dan LPMQ Evaluasi Hasil Diklat Pentashihan Mushaf Al-Qur’an

Category : Berita

Gd. Bayt Al-Qur’an TMII, IQTAF News. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkunjung ke Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI di Gedung Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal Jl. Raya TMII Pintu I Jakarta 13560. Kedatangan Pimpinan Ushuluddin ini disambut oleh Dr. Muchlis M. Hanafi, MA, H. Abdul Aziz Sidqi, M.Ag, Wawan Ridwan, M.Pd, Deni Hudaeni Ahmad Arifin, MA, Liza Mahzumah, S.Ag, dan jajarannya.

Dalam sambutannya, Wadek I, Prof. Dr. Ikhsan Tanggok, M.Si dan dikuatkan Wadek III Fakultas Ushuluddin, Dr. M. Suryadinata, M.Ag menyatakan sebagaimana Rektor UIN Jakarta mengapresiasi kerjasama pendidikan dan pelatihan ini jangan hanya Fakultas Ushuluddin saja, tapi  seluruh fakultas juga mendapat Pelatihan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. ‘Diklat tidak hanya diperuntuhkan buat mahasiswa, kalau bisa dosen-dosen demikian memperoleh pelatihan juga, dan nantinya mungkin Ushuluddin sebagai host-nya.’ Terang Wadek I

Pernyataan ini ditanggapi oleh Dr. Muchlis M. Hanafi, MA. ‘Kalau UIN mengapresiasi kerjasama ini, kami sangat senang. Karena hanya di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) ada teori dan praktek. ‘Rasm ‘Utsmani dan Ḏabt dalam penulisan Mushaf Al-Qur’an kalau tidak dikembangkan maka akan mati. Ilmu ini hanya ada di LPMQ tidak ada di Perguruan Tinggi. Maka ini sebagai tugas LPMQ siap berbagi pengalaman. Kementerian Agama Republik Indonesia dalam hal ini LPMQ memberikan perhatian khusus terhadap penyandang disabilitas netra, lebih dari 1,7 juta Muslim di Indonesia. Perhatian tersebut diwujudkan dengan adanya salah satu kegiatan yang mendukung para penyandang disabilitas netra untuk dapat membaca al-Qur’an.’ Jelas Muchlis

Pimpinan Fakultas dan LPMQ juga mengevaluasi hasil pelatihan pada 2-25 Mei 2016 yang diselenggarakan di Gedung Fakultas Ushuluddin. Dalam kegiatannya, mahasiswa sangat antusias, dalam praktek cukup bagus, hanya saja waktunya kurang efektif, karena pelatihan di waktu sore, pelaksanaan pun sangat mendadak. Agar kedepan teknis lebih jelas perlu direncanakan lebih baik untuk kerjasama dengan tingkat Universitas.

Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA juga menuntut janji LPMQ ketika pendatanganan kerjasama dengan Fakultas, mahasiswa terbaik sekitar 15-30 orang akan diberi tugas ‘magang’ atau semacam Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). “Magang akan dibina secara khusus, dalam pelaksanaannya, mahasiswa harus melaksanakan post-test terlebih dahulu dengan disiapkan bahan-bahan khusus untuk magang.” Singkat Lilik (M.NTs)