LPMQ dan Prodi Tafsir Hadis Gelar Diklat Pentashihan Mushaf Al-Qur’an

Gedung FU, IQTAF News—Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dan Program Studi Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta meneken kerjasama dan penyelenggaraan program Pendidikan dan Pelatihan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an untuk mahasiswa. Kerjasama dan pembukaan pelatihan ini diadakan di Meeting Room Fakultas Ushuluddin, dimulai sejak Senin 2 Mei 2016.

Kerjasama dilakukan dengan penandatanganan naskah MoU antara LPMQ dengan Fakultas Ushuluddin yang diwakili Dr. Muchlis M. Hanafi (Kepala LPMQ) dan Prof. Dr. Masri Mansoer, M.Ag (Dekan FU). “Saat saya sampaikan pada Rektor terkait adanya program ini, beliau sangat antusias, dan menyarankan pelatihan ini tidak hanya untuk mahasiswa Tafsir Hadis tapi seluruh mahasiswa Fakultas Ushuluddin.” ujar Masri

Pelatihan ini dibimbing oleh Dr. Ahsin Sakho Muhammad, MA, Dr. Muchlis M. Hanafi, MA, H. Ahmad Badruddin, Lc, MA, serta Tim lainnya dari LPMQ Kemenag RI. Pelatihan ini meliputi Kebijakan Penerbitan Mushaf Al-Qur’an di Indonesia, Sejarah Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia, Sistem Penulisan Mushaf Standar ‘Utsmani-Bariyah-Braille, pengenalan Pedoman dan Teknis Pentashihan, sampai pada Praktek Pentashihan Mushaf Al-Qur’an dan Braille. Rencananya diklat ini akan dilangsungkan dalam 12 sesi dalam satu bulan, tiga kali dalam seminggu.

Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA, Ketua Program Studi Tafsir Hadis UIN Jakarta, menyatakan bahwa keikutsertaan dalam diklat ini adalah kesempatan yang jarang didapatkan mahasiswa lain. “Silakan kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin, dengan rajin mengikuti pelatihan yang ada.” imbuhnya

Sepuluh mahasiswa terbaik yang mengikuti pelatihan ini nantinya akan berkesempatan magang di LPMQ Kemenag RI, serta akan mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Berdasarkan keterangan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tafsir Hadis UIN Jakarta M. Alvin Nur Choironi, pendaftar pelatihan ini mencapai 70 orang. “Pada awalnya pelatihan ini dibuka untuk mahasiswa semester empat dan enam. Namun ada juga mahasiswa semester atas yang mengikuti diklat pentashihan ini.” terang Alvin. (MIS/M.NTs)

Berita lain: