Seminar Nasional “Pendekatan Interdisipliner dalam Kajian Al-Qur’an” Prodi IQTAF, 21 September 2016

  • 0

Seminar Nasional “Pendekatan Interdisipliner dalam Kajian Al-Qur’an” Prodi IQTAF, 21 September 2016

Category : Berita

IQTAF News Online. Al-Qur’an merupakan kitab Allah yang diperuntukkan bagi penentu jalannya kehidupan manusia dan alam semesta. Di dalam Al-Qur’an terkandung makna dan petunjuk kehidupan yang menembus dimensi ruang dan waktu, atau dengan kata lain Al-Qur’an merupakan ensiklopedi kehidupan dalam rangka mewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan dan keharmonisan sejati di dunia dan di akhirat. Al-Qur’an memuat pesan-pesan ilahi dalam bentuk global, oleh karena itu diperlukan penjelasan yang lebih rinci mengenai maksud dan tujuan yang terkandung di dalamnya yang kemudian disebut dengan Tafsir sebagaimana yanmg dinyatakan oleh Muhammad Arkoun, seorang pemikir Aljazair kontemporer, menulis bahwa: “Al-Qur’an memberikan kemungkinan-kemungkinan arti yang tak terbatas. Kesan yang diberikan oleh ayat-ayatnya mengenai pemikiran dan penjelasan pada tingkat wujud adalah mutlak. Dengan demikian ayat selalu terbuka (untuk interpretasi baru), tidak pernah pasti dan tertutup dalam interpretasi tunggal”.

Penafsiran sebuah ayat sangat tergantung pada kemampuan personal yang menjelaskannya. Kemampuan itu bertingkat-tingkat sehingga apa yang dicerna atau yang diperoleh oleh seorang penafsir dari al-Qur’an bertingkat-tingkat pula. Hal ini disebabkan karena kecenderungan manusia pun berbeda-beda, sehingga apa yang diberikan dalam pesan-pesan Ilahi dapat saja berbeda antara yang satu dengan yang lain. Selain itu juga keberadaan seseorang pada lingkungan budaya atau kondisi sosial, dan perkembangan ilmu, juga mempunyai pengaruh dalam menangkap pesan-pesan al-Qur’an. Selain itu pengaruh perbedaan penafsiran juga bisa disebabkan pada perbedaan dalam metode dan pendekatan serta tekhnik interpretasi yang digunakan. Hal ini bisa melahirkan produk yan g berbeda dari pemikiran seorang mufassir dengan mufassir yang lain.

Pada awalnya penafsiran al-Qur’an hanya menekankan pada pengkajian sisi bahasanya saja, dimana sebuah ayat hanya dimaknai dan dibahas dari sudut pandang bahasa, baik penganalisaan secara nahwu maupun sharafnya. Namun  sejak masa Moh. Abduh yang dikenal sebagai pembaharu tafsir, penekanan penafsiran mulai bergeser tidak lagu melulu pada sisi bahasa saja namun juga penafsiran ayat ditelaah dari sisi hidayahnya.

Sejalan dengan berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan, saat ini al-Qur’an banyak ditelaah secara interdisipliner. Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa Penafsiran sebuah ayat sangat tergantung pada kemampuan personal dalam menjelaskannya. Selain itu juga keberadaan seseorang pada lingkungan budaya atau kondisi sosial, dan perkembangan ilmu, juga mempunyai pengaruh dalam menangkap pesan-pesan al-Qur’an. Seorang yang berlatar belakang sosiologi misalnya, akan menelaah dan menafirkan ayat-ayat al-Qur’an dari sudut pandang sosiologi. Adapun seseorang yang berlatar belakang filsafat cenderung akan menelaah yang kemudian menafsirkan ayat-ayat al-Quir’an dari sisi epistemilogi-nya, dan seterusnya.

Dari pemikiran di atas, maka Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ushuluddin UIN Jakarta sebagai lembaga yang berkompeten dan concern terhadap kajian al-Qur’an dan tafsir seharusnya dapat mengakomodir, menganalisa dan mengembangkan segala telaah yang dilakukan oleh para tokoh dan ahli dengan latar belakang keilmuan yang beragam tersebut dalam menafsirkan al-Qur’an. Berdasarkan hal tersebut maka Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir bermaksud mengadakan Seminar Nasional dengan tema: “Pendekatan Interdisipliner dalam Kajian Al-Qur’an”.

Narasumber :

  1. Prof. Dr. Rd. Mulyadhi Kartanegara, MA (UIN Jakarta)
  2. Eva Nugraha, MA (UIN Jakarta)
  3. Ahmad Rofiq, MA, Ph.D (UIN Yogyakarta)

Moderator:     

Moh. Anwar Syarifuddin, MA (UIN Jakarta)

Waktu dan Tempat

Insya Allah acara ini akan diadakan besok pada:

Hari          : Rabu

Tanggal    : 21 September 2016

Waktu      : 09.00-12.30 WIB

Tempat     : Ruang Teater Prof. Dr. Abdurrahman Parto Sentono Lt. 4 Fak. Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.