Kaprodi-Sekprodi IQTAF: Pengenalan Prodi (Academic Cultural) Fakultas Ushuluddin

  • 0

Kaprodi-Sekprodi IQTAF: Pengenalan Prodi (Academic Cultural) Fakultas Ushuluddin

Category : Berita

Gedung Fak. Ushuluddin. IQTAF News Online. Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau ospek merupakan kegiatan awal bagi setiap peserta didik yang menempuh jenjang perguruan tinggi. Ospek dengan seluruh rangkaian acaranya merupakan pembentukan watak bagi seorang mahasiswa baru. Dengan kata lain bahwa baik tidaknya kepribadian mahasiswa di sebuah perguruan tinggi sedikit banyak ditentukan oleh baik tidaknya pelaksanaan Ospek di perguruan tinggi tersebut.

Pada hari ini, sekitar pukul 07.30-10.00 wib Kaprodi dan Sekprodi Ilmu Al-Qur’an & Tafsir memberi materi kepada peserta ospek pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahsiswaan (PBAK) Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta [26/08/2016] dengan tema “Program Studi Ilmu Al-Qur’an & Tafsir dan Program Studi Ilmu Hadis sebagai Akar dan Jiwa Fakultas.”

Kaprodi dan Sekprodi mensosialisasikan visi kepada calon mahasiswa baru (MaBa) Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan rumusan “Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir menjadi Program Studi yang Terkemuka dalam Bidang Al-Qur’an dan Tafsir berdimensi Keislaman, Kemanusiaan dan Keindonesiaan pada tahun 2021.”

Sebagai penjabaran dari visi di atas, Program Studi Ilmu Al-Qur’an & Tafsir memiliki misi sebagai berikut: 1) Melaksanakan pengajaran, pendidikan dan pengembangan kajian Ulum al-Qur’an, Tafsir al-Qur’an dan Hadis dan Ulum al-Hadis secara profesional, akuntabel dan berdaya saing tinggi; 2) Melaksanakan kuliah umum (studium generale) dan seminar nasional terkait kajian pengembangan kajian Ulum al-Qur’an, Tafsir al-Qur’an dan Hadis dan Ulum al-Hadis; 3) Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian dalam pengembangan kajian tafsir al-Quran dan Hadis; 4) Melakukan kerjasama yang saling menguntungkan baik dalam skala lokal, nasional maupun internasional; dan 5) Melakukan pengabdian kepada masyarakat baik melalui kelompok maupun perorangan civitas akademik dengan masyarakat.

Diawali penyempaian Kaprodi, Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA memperkenalkan Pimpinan-pimpinan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir mulai berdiri sekarang, yang tergambar dalam sejarah berdirinya. Hal lain yang terpenting dari program IQTAF adalah program outcome-nya terdiri dari Pengetahuan, Keterampilan, Penerapan, Analisis, dan Pengabdian Masyarakat.

Selain kegiatan kuliah, Lilik juga memperkenalkan kegiatan tambahan dengan kajian-kajian kitab klasik di ruang Laboratorium Tafsir Hadis, yakni; a) Cara belajar baca Kitab Klasik; b) Kajian Kitab Saḥīḥ al-Bukhārī; c) Muqaddimah Ibn Ṣalāḥ; d) Kajian Tafsir Ibn Katsīr; e) Kajian al-Itqān fī ‘Ulūm al-Qur’ān; dan f) Tahsin dan Tahfiz al-Quran.

Menurutnya, ‘prospek kuliah di prodi IQTAF adalah menjadi juru dakwah, tim tafsir al-Qur’an, tim pentashih al-Qur’an, peneliti terkait al-Qur’an hadis, tenaga pengajar al-Qur’an, tafsir dan Hadis, dan terpenting juga sebagai penulis kajian tentang al-Qur’an, tafsir dan Hadis.’ Imbuhnya

Ditambahkan Sekprodi, metode pembelajaran yang dipakai di prodi IQTAF ini dengan ceramah interaktif, seminar/diskusi, aktif debat, role play, reading assignment, kritik film, dan lain-lain.

Sebagai penutup, Banun juga menyampaikan tentang sanksi administratif, akademik dan non-akademik. Pertama, Sanksi Administratif yang meliputi; 1) Pendaftaran di luar waktu yang sudah ditentukan. [hari pertama s.d hari keenam 10% dari SPP; hari ketuju sampai hari ketigabelas 20%]; 2) Tidak melakukan pendaftaran sampai dengan hari ke-13 sesudah waktu pendaftaran yang ditentukan. [disarankan ambil cuti]; dan 3) Tidak melakukan pendaftaran pada semester sebelumnya tanpa alasan. [denda 50% dari biaya SPP].

Kedua, Sanksi Akademik yakni; a) Tidak melakukan pendataran dua semester berturut-turut. [pemutusan studi/ dikeluarkan dari UIN]; b) Tidak mengajukan rencana studi [KRS] pada masa yang telah ditentukan. [tidak berhak mengikuti perkuliahan]; c) Kehadiran kurang dari 75% dalam satu semester. [tidak berhak mengikut ujian utk mata kuliah yang bersangkutan]; d) IPK kurang dari 2.00 pada semester dua, empat, enam, dan delapan. [gugur studi/ DO]; e) Tidak menyelesaikan studi tepat waktu, atau lebih dari 10 semester tanpa alasan yang dapat diterima. [gugur studi/ DO]; f) Tidak dapat menyelesaikan perbaikan/ revisi skripsi setelah ujian, terhitung 3 bulan sejak pelaksanaan ujian. [ujian munaqasah ulang]; dan g) Dan lain-lain.

Ketiga, Sanksi Non-Akademik. Bagi Mahasiswa yang melanggar ketentuan non-akademik, hukum, dan moral dapat dikenakan sanksi-sanksi berupa: a) Teguran; b) Peringatan keras; c) Skorsing dalam jangka waktu tertentu; dan d) Dikeluarkan dari UIN. (M.NTs)