FUADAH IAIN Salatiga Terkesan dengan Tiga Warna Dosen di Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta

WhatsApp-Image-20160720
Foto Bersama Pimpinan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah dan Pimpinan Serta Mahasiswa FUADAH IAIN Salatiga (20/07/2016)

Gedung Fak. Ushuluddin. IQTAF News Online. Dalam rangka perluasan kesempatan belajar dan membangun jejaring serta sikap responsif melayani kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap, juga dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kerjasama dalam bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), maka perlu diupayakan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan, pelatihan dan praktik Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).

Alasan inilah yang memotivasi Prodi Tafsir Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUADAH) IAIN Salatiga mengadakan kunjungan dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dengan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sekitar 38 delegasi dari FUADAH IAIN Salatiga (28 mahasiswa & 10 pimpinan) diterima oleh Pimpinan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Meeting Room L.4 FU (20/07). Mereka disambut langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. Masri Mansoer, M.Ag, Wadek Bid. Administrasi Umum, Dr. Bustamin, M.Si, Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF), Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA,Kaprodi Akidah dan Filsafat Islam (AFI), Dr. Syamsuri, Sekretaris (AFI), Tien Rahmatin, MA, Sekretaris Program Magister FU, Maulana, M.Ag dan Kabag TU, Dra. Lily Fakhriah. MA.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta memperkenalkan sejarah berdirinya Fakultas Ushuluddin dan kampus ini telah banyak melahirkan para pemikir dan tokoh Nasional yang sudah terkenal seperti mantan Ketua PP. Muhammadiah, Prof. Dr. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, MA (atau yang lebih dikenal dengan sebutan Din Syamnsuddin), dan Ketua DPR RI, Ade Komaruddin. Ujar Guru Besar Sosiologi Agama. (AB/Staff Dekanat)

Kedatangan mereka ke Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ingin menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan, pelatihan dan penelitian. Selain itu, ingin sharing tentang metode pembelajaran yang diterapkan di Fakultas Ushuluddin ini, karena sebagian dosen yang mengajar di Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir di IAIN Salatiga adalah alumni UIN Jakarta. Ujar Dekan FUADAH IAIN Salatiga, Benny Ridwan, M.Hum.

Hal ini dijawab oleh Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA selaku Kaprodi IQTAF dan dikuatkan oleh Dr. Bustamin, M.Si, Wadek II Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, menurutnya sistem/metode pembelajaran di Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta khususnya di IQTAF memberlakukan 3 pola/warna dosen. Masing-masing berkiblat ke Barat, Timur dan Ciputat sendiri. Kiblat Barat ini seperti dosen lulusan dari McGill University, University of Chicago, University of California, Harvard University, Lieden University, dan lain-lain. Kemudian kiblat Timur seperti lulusan dari al-Jamiah al-Islamiyah Makkah, Jamiatul Imam M. Ibnu Saud Makkah, Universitas al-Azhar Kairo Mesir, Ummul Qura, dan lain-lain. Terakhir kiblat Ciputat ini adalah lulusan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sendiri. Metode pembelajaran ini tidak cukup mengandalkan sebatas dari 3 warna dosen, selain itu ditambahkan pula oleh Dekan, sekelas Profesor diwajibkan mengajar mahasiswa semester awal atau mahasiswa baru, tujuannya disamping memberikan kesan dan keluasan belajar langsung dari sang profesor sehingga mahasiswa termotivasi.

Tujuan kunjungan ini tidak serta merta hanya bersifat sharing atau studi banding untuk sekali tatap muka, akan tetapi kedua belah pihak menjalin kesepakatan bersama (MoU) sebagai berikut: Pertama, Kerjasama dibangun atas dasar kesadaran adanya kebutuhan interdependensi (saling ketergantungan) dua pihak dalam upaya mempercepat program peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Kedua, Kerjasama dalam bentuk pelatihan, pendidikan, praktik mahasiswa dalam bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) dan kegiatan lain yang sesuai. Ketiga, Kerjasama ini dijiwai oleh semangat saling memahami dan menghargai otoritas wilayah kerja masing-masing lembaga. Keempat, Kerjasama kelembagaan ini berlangsung dalam rentang waktu lima tahun, dan bisa diperbaharui lagi sesuai dengan kesepakatan dua pihak. Kelima, Naskah kerjasama ini berlaku mulai tanggal ditetapkan. Naskah kerjasama ini masih akan dipelajari lagi oleh pimpinan FU. (M.NTs)

Berita yang terkait: FU UIN Jakarta Terima Kunjungan FUADAH IAIN Salatiga