Berkesempatan Magang di Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal TMII Jakarta Timur

Pada hari Rabu, 21 Maret 2018, merupakan hari penutupan Bimbingan Pentashihan Mushaf al-Qur’an 2018 yang telah dilaksanakan selama lebih kurang 3 minggu (05-21 Maret 2018) sekaligus pengumuman peserta magang pada gelombang pertama. Alhamdulillah, 10 nama mahasiswa yang diberikan kesempatan magang di LPMQ Bayt al-Qur’an tersebut dilihat dari nilai hasil ‘Pre-Test’ dan ‘Post-Test’ mereka masing-masing. Nama-nama tersebut adalah: Fradhita Sholikha, Himmatur Rif’ah, Lutfah Nuraliyah, Nike Nilasari, Qurrata A’yun, Siti Falihatul Fitria, Solihatina Sadita, Syahrul Pebriandi, Thias Anugrah Bintang, dan Widad Ali. Sepuluh nama tersebut dipersilahkan untuk maju ke depan bangku narasumber untuk  mendapatkan pengarahan dari salah satu panitia LPMQ bernama Bu Ida Zulfiyah. Diberitahukan olehnya, bahwa besok kami mulai magang dan harus berangkat menuju kantor LPMQ Bayt al-Quran yang berdekatan dengan TMII, karena akan ada Forum General Discussion (FGD). Setelah mendapatkan arahan dari beliau, kami pun menghadap ke Bu Lilik Ummi Kaltsum, selaku kepala jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir untuk diberikan arahan pula mengenai perjalanan besok menuju kesana, kesediaan diri, dan kesediaan waktu yang akan kami jalani.

Esok harinya, kami berkumpul di halte UIN Jakarta pukul 07.00 (khawatir terkena macet di perjalanan), dan menunggu ‘Busway’ arah Ciputat-Kampung Rambutan. Alhamdulillah, kami sampai di lokasi dengan selamat dan penuh harapan  pada pukul 08.00. Sesampai disana, kami merasakan sebuah kesejukan dan ketenangan hadir dari depan gedung tersebut. Nuansa Qurani yang membalut, ditambah dengan gemercik pancuran air mancur yang ada di depan pintu masuk tersebut. Seketika itu, kami masuk ke dalam gedung tersebut dari arah pintu masuk. MāsyāAllāh, begitu menakjubkan, terdapat beberapa macam al-Qur’an, kaligrafi, kolofon, prasasti, dan lukisan lainnya yang terdapat di museum tersebu untuk dipajang dan diabadikan. Sungguh indah, karena semua ini telah dilestarikan dari tahun ke tahun, hari ke hari, dan untuk menghindarkan kemusnahan secara perlahan-lahan, merupakan sebuah bentuk penjagaan dalam seni, budaya, dan tradisi. Setiap jenis tersebut, diberikan ruang masing-masing dan tulisan berupa sejarah asal mulanya dan asal daerahnya. Meskipun sudah sangat lama sekali, namun karena usaha untuk melestarikan sudah bisa dilihat di museum ini.

Setelah kami mengelilingi museum tersebut, kami menuju ke ruang LPMQ di berlokasi di lantai 3 untuk mengikuti ‘Forum General Discussion’ (FGD) yang diadakan setiap hari Kamis. Alhamdulillah, kami disambut baik oleh Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu yang bekerja disini. Mereka semua selalu mengayomi, membina kami selama seminggu ke depan kami magang di kantor ini.

Selama seminggu kami magang, kami memiliki kesan yang sangat tidak mungkin untuk dilupakan. Kami mendapat banyak pengalamn disini, pelajaran, yang memang al-Quran itu harus dijaga kemurniannya. Tugas kami disini ialah mentashih Mushaf al-Quran. Di hari kedua, pertama kalinya kami ditugaskan untuk mentashih Mushaf al-Qur’an dari al-Qur’an cinta, hari ketiga mentashih al-Quran Digital Kemenag RI, dan di hari kelima kami mentashih al Quran tajwid warna. Sungguh sangat tidak dibayangkan, ketika kami mentashih dari beberapa mushaf al-Quran tersebut, konsentrasi dan keteliatan adalah modal awal untuk dapat mentashih secara benar dan tepat. Ternyata tidak hanya bacaan al Qurannya saja yang diteliti, namun seperti tanda waqaf, hizb, penggolongan surah, juga harus diteliti.

Hari demi hari telah kami lalui selama lima hari, rutinitas kami selam seminggu seperti ini. Tiap pagi berkumpul di halte UIN Jakarta pada pukul 08.00. dan sampai lokasi sekitar pukul 09.00. Sesuai kesepakatan, kami mulai bekerja di kantor pukul 09.00-15.00. Meski terkadang kami merasa lelah, dan pulang dalam keadaan mengantuk dan lemas. Namun berkat dari sebuah pengalaman tersebut, kami merasakan kenyamanan dengan mereka semua, perhatian yang penuh, dan keikhlasan kami mengabdi untuk masyarakat pula. Karena al-Qur’an yang telah ditashih pastinya akan dibaca, dipelajari oleh masyarakat banyak, baik di kalangan awam maupun atas.

Alhamdulillah, lima hari telah berlalu kami lewati, dan di hari terakhir kami melaksanakan penutupan magang bersama Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu LPMQ. Banyak kesan, pesan, pelajaran, dan kenangan selama kami mengabdi di sini. Merupakan suatu peluang dan motivasi bagi mahasiswa jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsiragar bisa berdiskusi dan bergabung kembali disini bersama mereka semua. Pesan dari mereka, kapanpun kalian akan berkunjung kesini, ketika di waktu luang, jenuh, dengan maksud dan tujuan tertentu, silahkan datang kesini saja, pintu kantor akan selalu terbuka untuk kalian.

Terimakasih kami ucapkan kepada Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, yang telah membimbing, mengarahkan, dan berbagi pengalaman dengan kami selama magang disini. Waktu yang singkat, hari yang terus berlalu, perjalanan yang panjang, selama disini kami mendapatkan kesan yang baik, bisa mentashih berbagai macam mushaf al-Qur’an, yang nantinya akan digunakan dan diabadikan oleh masyarakat Muslim yang benar-benar ingin mengambil sebuah pelajaran dari al-Qur’an. Semoga pahala dan kebaikan akan selalu tercurahkan kepada Bapak dan Ibu sekalian, dan mohon doanya agar kami bisa segera menyelesaikan pendidikannya di jenjang S1 ini, dengan tepat waktu, sesuai proses, dan dimudahkan oleh Nya, Aamiin. (Syahrul Priandi)

Comments are Closed