Marhaban Ya Rajab

  • 0

Marhaban Ya Rajab

Category : Artikel

Oleh: Dr. H. Muhammad Zuhdi Zaini, MA
“Rajab” secara bahasa artinya ‘cucuran rahmat.’ Menurut istilah, rajab adalah bulan ketujuh dari kalender ‘Qamariyah’ dan termasuk salah satu dari empat bulan yang mulia.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Tawbah/9:36)
أن النبي صلى الله عليه وسلم قال في حجة الوداع: إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السماوات والأرض، السنة اثنا عشر شهراً، منها أربعة حرم، ثلاث متواليات ذو القعدة وذو الحجة والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان.
“Nabi saw bersabda pada haji wada’ sesungguhnya waktu itu berjalan terus sejak awal penciptaan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram (mulia), tiga bulan berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, dzulhijjah dan muharram serta rajab yang berada antara jumadil akhir dan sya’ban.” (HR al-Bukhari)
“Rasulullah saw. menjelaskan bahwa bulan rajab adalah bulan yang mulia, maka sungguh rasional apabila umat islam menyambut kedatangan bulan rajab dengan penuh kegembiraan. Bulan rajab adalah bulan cucuran rahmat Allah Ta’ala kepada umat-Nya. Bulan rajab adalah bulan “istigfar,” maka perbanyaklah istigfar di bulan ini. Pendek kata, bulan rajab adalah bulan mulia yang banyak keistimewaan di dalamnya.
Rasulullah saw. menyambut bulan rajab dengan doa, agar Allah Ta’ala memberikan keberkahan di bulan ini dan supaya Allah Ta’ala berkenan memanjangkan umur hamba hingga dapat menikmati keistimewaan bulan ramadhan.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجب وَشَعْبَانَ ، وَبَلغنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah berkahilah kami pada bulan rajab dan sya’ban, dan sampaikan kami di bulan ramadhan.”
Amalan bulan rajab
Seorang hamba yang cerdas akan mampu menggunakan kemuliaan bulan rajab dengan berbagai amal soleh, agar bulan mulia ini dapat mengantarkan hamba menjadi manusia yang bertakwa.
1. Berpuasa
Berpuasa pada bulan rajab adalah amalan yang paling baik. Rasulallah saw selalu berpuasa di bulan rajab ini. Diriwayatkan dalam hadis sohih bahwa Rasulallah saw berpuasa di bulan rajab.
حدثنا عثمان ابن حكيم الانصاري قال سالت سعيد ابن جبير عن صوم رجب نحن يومێذ في رجب فقال سمعت ابن عباس رضي الله عنهما يقولان كان رسول الله صلى الله عليه واله وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر ويفطر حتى نقول لا يصوم
“Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman ibn Hakim al-Anshari berkata, aku bertanya kepada Sa’id ibn Jubair tentang puasa rajab, padahal pada waktu itu di bulan rajab, dia menjawab, aku pernah mendengar Ibn Abbas berkata, Rasulullah saw berpuasa (rajab) terus hingga kami berkata, beliau tidak berbuka,  dan (pada waktu yang lain) beliau berbuka hingga kami berkata, nabi tidak puasa.” (HR. Muslim)
Hadis ini secara eksplisit menjelaskan bahwa nabi Muhammad saw sering puasa terus menerus di bulan rajab, hingga para sahabat mengira bahwa nabi Muhammad saw tidak pernah berbuka, namun kadang nabi Muhammad saw tidak berpuasa hingga para sahabat mengira nabi tidak berpuasa di bulan rajab.
Adanya beberapa riwayat yang dhoif dan maudhu’ tentang keutamaan puasa rajab bukan berarti puasa sunnah di bukan rajab tidak ada. “Puasa rajab sangat dianjurkan oleh Rasulallah saw walau hanya beberapa hari saja.”
2. Istigfar
Bulan rajab adalah bulan permohonan ampun kepada Allah Ta’ala. Bulan rajab disebut “syahr al-istigfar”, maka perbanyaklah istigfar di bulan ini.  Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Rajab artinya ‘mencurahkan,’ karena pada bulan rajab, Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada umat-Nya. Setiap manusia mempunyai salah dan khilaf, maka perbanyaklah memohon ampun di bulan ini.
Al-Suyuthi dalam tafsirnya berkata; dalam menafsirkan surat al Tawbah/9: 36. “Maka Janganlah pada bulan haram berbuat zalim terhadap dirimu sendiri”, maksudnya adalah sesungguhnya berbuat zalim pada bulan haram merupakan kesalahan yang besar dan lebih berat dosanya daripada di bulan lain.
Diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim dari ibn Zaid, firman Allah Ta’ala, “janganlah kalian berbuat zalim terhadap diri sendiri di bulan haram,” maksudnya adalah perbuatan maksiat dan meninggalkan ketaatan.
Pada bulan haram, termasuk bulan rajab.
Allah Ta’ala mengajak kaum muslimin untuk memperbanyak “istigfar” atas dosa dan khilaf yang pernah dilakukannya pada masa lalu.  Allah Ta’ala memerintahkan agar menghentikan perbuatan zalim terhadap diri sendiri dan orang lain.
3. Bersedekah
Salah satu jalan yang ditempuh oleh “para salik” untuk mencapai kemuliaan adalah bersedekah. Namun yang paling utama adalah memilih waktu yang mulia untuk bersedekah. Dan salah satu bulan yang mulia untuk memperbanyak amal soleh termasuk bersedekah adalah bulan rajab.
قال النبي صلى الله عليه وسلم  : من تصدق في رجب باعده الله من النار كمقدار غراب طار فرخا حتى مات هرما
“Nabi  Muhammad saw bersabda, siapa yang sedekah di bulan Rajab maka Allah Ta’ala menjauhkan dirinya dari neraka sejauh jarak terbang seekor burung elang yang terbang dari kecil hingga mati.”
قال النبي صلى الله عليه وسلم  : من فرج عن مؤمن كربة في رجب أعطاه الله في الفردوس قصرا مد بصره
“Nabi Muhammad saw bersabda, siapa yang melapangkan kesulitan seorang mukmin di bulan Rajab, maka Allah Ta’ala akan memberikan istana di surga Firdaus seluas pandangan matanya.”
Hadirnya bulan rajab yang menyapa hamba merupakan isyarat dan kesempatan agar setiap hamba meningkatkan seluruh amalnya termasuk di dalamnya bersedekah.
Bersedekah banyak keutamaannya.
Pertama, bersedekah dapat memadamkan murka Allah Ta’ala.
Kedua, bersedekah dapat menolak bala.
Ketiga, bersedekah dapat memperlancar dan memperbanyak rizki.
Kempat, bersedekah akan memperpanjang umur.
Kelima, bersedekah akan memberikan keberkahan hidup di dunia dan akhirat.
4. Zikir dan berdoa
“Doa dan zikir” adalah amalan yang mulia. Perbedaan orang yang mati dan yang hidup adalah terletak pada zikirnya. Bulan rajab yang penuh dengan kemuliaan hendaknya diisi dengan zikir dan berdoa.
Zikir dan doa yang dilakukan di bulan rajab adalah;
1) Membaca doa ini saat memasuki bulan rajab.
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَـعْبَانَ وَبَلِّـغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah berkahilah kami di bulan rajab dan sya’ban, dan sampaikan kami hingga bulan ramadhan.”
2) Memperbayak selawat
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Ahzab/33: 56).
3) Membaca doa
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ
اَسْـتَغْفِرُ اللهَ  الْعَظِيْمَ الَّذِي لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ، تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا
سُـبْحَان الله الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ
4) Membaca sayyidul istigfar
اَللَّهُمّ  أَنْتَ رَبِّيْ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْـتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّه لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنت
Wallahu a’lam
Selamat pagi dan selamat menikmati kemuliaan bulan Rajab.