Hakikat Doa

  • 0

Hakikat Doa

Category : Artikel

Oleh: Dr. H.M. Zuhdi Zaini, MA
Allah berfirman,
 قالَ رَبُّكُمُ ادعوني أَستَجِب لَكُم ۚ إِنَّ الَّذينَ يَستَكبِرونَ عَن عِبادَتي سَيَدخُلونَ جَهَنَّمَ داخِرينَ
Dan Tuhanmu berfirman, berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan doamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari beribadat dan berdoa kepada-Ku, akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan terhina. (QS. al Ghafir/40: 60)
Ayat ini mengisyaratkan bahwa berdoa adalah ibadah hingga Allah Ta’ala memerintahkan hamba-Nya berdoa kepada-Nya. Berdoa adalah salah satu cara berkomunikasi seorang hamba kepada Penciptanya.
Berdoa bukan karena dalam kesulitan, bukan pula karena kekurangan atau disaat musibah menimpa diri, tetapi berdoa adalah syariat yang diperintahkan Allah swt kepada hamba-Nya dalam segala kondisi, senang atau susah, suka maupun duka.
Allah memberi jaminan bahwa semua untaian doa yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam, pasti diijabah-Nya. Namun, orang yang tidak mau berdoa dikategorikan sebagai orang sombong dan diancam dengan jahanam. Rasulallah saw mengingatkan, seandainya engkau mengangkat benda yang ringan sekalipun, maka berdoalah kepada-Nya. Karena pada hakikatnya, hamba tidak punya daya dan upaya dalam menggerakkan apapun selain atas bantuan-Nya.
Allah sangat dekat dengan hamba-Nya dan tidak ada yang lebih dekat hamba dengan siapapun selain kepada Allah Ta’ala. Karena kedekatan itu, maka berdoalah sekalipun hanya lintasan hati karena Dia pasti mengabulkannya.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.  (QS. al Baqarah/2: 186)
Hamba yang berdoa sambil berbisik atau hanya terdengar oleh telinganya sendiri, Allah pasti mendengar rintihan hati hamba-Nya dan pasti dikabulkan-Nya. Oleh karena itu, berdoa tidak usah berteriak atau dengan mengeraskan suara karena Dia Maha Mendengar semua harapan dan doa yang disampaikan.
Berdoalah dengan suara yang sendu, syahdu dan lembut dan jangan mengeraskan suaramu, apalagi saat berdoa sendirian di kesepian malam. Air mata hamba dan keduabelah tangan dihamparkannya saat berdoa, Allah sudah tahu permohonan hamba.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

 Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS al A’raf/7: 55)
Optimisme dan yakin bahwa doanya diijabah oleh Allah Ta’ala menjadi syarat bahwa doa akan dikabulkan. Apabila seorang hamba berdoa dalam kebimbangan antara dikabulkan atau tidak, niscaya doanya tidak dikabulkan.
Berdoa harus yakin dan optimis bahwa doa kita diterima dan tidak boleh ada keraguan sedikitpun kepada-Nya.
Rasulallah saw bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ 

Dari Abu Hurairah ra, Rasulallah saw bersabda, berdoalah kepada Allah dan kamu yakin dikabulkan dan ketahuilah Allah tidak akan mengabulkan doa hamba yang hatinya lalai.

 عن أبي هريرة أن رسول الله قال  لا يقل أحدكم إذا دعا۔ اللهم اغفر لي إن شئت ، اللهم ارحمني إن شئت 

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulallah saw bersabda, janganlah seorang diantara kamu berkata dalam doanya, ya Allah ampunilah aku bila Engkau mau dan sayangilah aku bila engkau mau.
Doa seperti ini tidak dibolehkan oleh nabi Muhammad saw karena tidak memiliki keyakinan dan ketetapan hati dalam berdoa.
Rukun doa:
1. Makrifat Allah
Seorang yang tidak tahu kepada siapa dia berdoa, kepada siapa dia bermohon dan kepada siapa dia bermunajat pasti doanya tertolak. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak mengenal, lalu menyampaikan permohonannya, tentu tidak mungkin
2. Hamba yakni orang yang berdoa
Al Da’i harus mempunyai kesadaran bahwa dia hamba yang lemah yang tidak memiliki apa-apa dihadapan Allah Ta’ala. Seseorang yang tidak mengenal dirinya pasti tidak mengenal Tuhannya.
3. Untaian doa yakni redaksi doa.
Sebaik-baiknya redaksi doa adalah;
Pertama, doanya para nabi yang termaktub dalam al Qur’an.
Kedua, doa yang diajarkan oleh Rasulallah saw yang terhimpun dalam hadis.
Ketiga, doa hamba yang keluar dari hati yang paling dalam dan bermakna baik.
4. Isi doa.
Salah satu yang sangat penting isi doa adalah kebaikan. Kebaikan untuk diri sendiri atau orang lain. Dalam redaksi hadis, doa ada yang berisi permohonan yang baik untuk suatu kaum dan ada pula doa yang berarti melaknat suatu kaum. Namun nabi Muhammad saw mengajarkan agar umatnya selalu berdoa untuk kebaikan orang lain.
Essensi doa:
Essensi doa yang selalu dipanjatkan oleh hamba kepada Tuhannya adalah sebagai berikut.
1. Doa adalah senjata orang yang beriman.
Rasulallah saw bersabda,

الدعاء سلاح المؤمنين

Doa adalah senjata orang-orang yang beriman.
Dalam menghadapi hidup, manusia seringkali menggunakan senjata materi dalam meraih kesuksesan. Namun, hakikat keberhasilan bukanlah usaha yang dilakukan tetapi untaian doa yang dipanjatkan lalu diiringi dengan semangat kerja yang optimal.
Doa harusnya menjadi pembuka awal dari setiap pertarungan di seluruh lini kehidupan.
2. Doa adalah intinya ibadah.
Rasulallah saw bersabda,
الدعاء مخ العبادة
Doa itu adalah intinya ibadah
Hakikat kehidupan adalah pengabdian. Dan pengabdian sejati adalah kepada Rabbul Izzati. Semua aktifitas hamba pada hakikatnya adalah realisasi doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba.
3. Doa adalah pintu kasih Allah swt.
Rasulallah saw bersabda,

الدعاء مفتاح الرحمة

Doa itu adalah kunci rahmat
Semua yang dinikmati manusia di dunia ini hanyalah kasih sayang Allah. Karena semua rizki yang dinikmati oleh seorang hamba lebih banyak yang diperoleh karena anugerah Allah dari pada hasil doa dan usaha manusia.
Oleh karena itu, supaya mampu menikmati karunia Allah Ta’ala sesuai dengan iradah-Nya kuncinya adalah berdoa.
Hidup ini adalah pengabdian dan pengabdian adalah permohonan dan doa, marilah berdoa dalam segala keadaan.
Wallahu a’lam.
Selamat malam dan selamat bermunajat.