FU Mendapat Kunjungan dari Prodi IAT UNSIQ Wonosobo

  • 0

FU Mendapat Kunjungan dari Prodi IAT UNSIQ Wonosobo

Category : Berita

Gedung Fak. Ushuluddin. IQTAF News Online. Dalam rangka pengembangan studi al-Qur’an dan Tafsir, audiensi akademik dan profesi, juga dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kerjasama dalam bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), maka perlu diupayakan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan, pelatihan dan praktik Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).

Alasan ini yang memotivasi Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo Jawa Tengah untuk berkunjung di Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, khususnya Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Kegiatan ini dikemas dalam Studi Pengalaman Lapangan (SPL) atau Studi Banding tentang tatacara pengembangan Program Studi.

Penandatanganan MoU

Penandatanganan MoU

Mahasiswa yang mengikuti kurang lebih 40 orang yang didampingi Dr. M. Ali Mustofa Kamal, MA (Ketua Prodi IAT UNSIQ Wonosobo). Kehadiran mereka diterima langsung oleh Pimpinan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Meeting Room L.4 FU (23/01/2018). Mereka disambut Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA (Kaprodi IAT), Dra. Banun Binaningrum, M.Pd (Sekprodi IAT), Dr. Media Zainul Bahri, MA (Kaprodi Studi Agama-Agama), Rifqi Muhammad Fatkhi, MA (Kaprodi Ilmu Hadis), Dr. Abdul Hakim Wahid, MA (Sekprodi Aqidah dan Filsafat Islam), dan Nanang Tahqiq, MA (Dosen) Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam sambutannya, Lilik Ummi Kaltsum menyampaikan bahwa pengembangan prodi dilakukan dengan merancang profil-profil lulusan: “pertama, profil lulusan untuk menjadi mufassir pemula yang diturunkan pada kurikulum dan diimplementasikan pada Pelatihan Pengkaderan Mufassir Pemula (PPMP) dan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an yang kerjasama dengan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI dan Pusat Studi Al-Qur’an); kedua, sebagai peneliti / pengkaji al-Qur’an; dan ketiga, pengajar / kelembagaan al-Qur’an lulusan IAT tidak hanya bisa mengajar tapi juga dapat mendirikan lembaga-lembaga Qur’an.” Terang Kaprodi

Sharing Pengembangan Program Studi

Sharing tentang Keilmuan di Ushuluddin

Dalam tatacara pengembangan lulusan, pertanyaan disampaikan M. Ali Mustofa Kamal. “Bagaimana langkah awal yang dilakukan untuk pelatihan mufasir pemula? bagaimana input mahasiswa yang bagus? dan bagaimana Prodi IAT Jakarta melakukan pengembangan Prodi?” Tanya Mustofa

Hal ini dijawab oleh Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA selaku Kaprodi IAT. “Pengembangan Prodi sangat terkait dengan profil Prodi IAT, ada 3 Profil: pertama, sebagai mufassir pemula. Pengembangannya melalui kerjasama dengan Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) melakukan Pelatihan Pengkaderan Mufassir Pemula (PPMQ). Outcome dari kegiatan ini berlangsung 3 minggu ini adalah mahasiswa mampu menafsirkan masing-masing ayat dari surat al-Sajadah dan mampu menghafal 3 surat (al-Sajadah, al-Jumu’ah dan al-Munafiqun). Kedua, lulusan IAT menjadi peneliti tentang al-Qur’an dan Tafsir. Pengembangannya melalui pengkaderan beberapa mahsiswa yang memiliki keahlian meneliti dengan kerjasama dengan LIPI. Ketiga, lulusan IAT menjadi pengembang lembaga pendidikan al-Qur’an. Untuk itu harus kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan al-Qur’an. Keempat, paling utama adalah kemampuan membaca al-Qur’an baik dan benar, serta penguasaan membaca Kitab-kitab Klasik.” Jawab Lilik [M.NTs]