IAT FU UIN Jakarta Menerima Kunjungan IAT FUAD IAIN Pontianak

01/08/2017

Gedung Fak. Ushuluddin. IQTAF News Online. Dalam rangka pengembangan dan membangun jejaring serta sikap responsif melayani kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap, juga dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kerjasama dalam bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), maka perlu diupayakan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan, pelatihan dan praktik Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).

Alasan inilah yang memotivasi Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Pontianak berkunjung ke Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini dalam rangka koordinasi dan konsultasi terkait pengelolaan jurusan, terutama dalam hal penyusunan kurikulum, proses belajar-mengajar, pengelolaan laboratorium dan kegiatan kemahasiswaan, serta menjajaki peluang kerjasama.

Kunjungan ini diwakili 3 orang dari jurusan IAT FUAD IAIN Pontianak, H. Udi Yuliarto, Lc, MA (Ketua Jurusan IAT), Nurmy A.R, (Sekretaris Jurusan IAT) dan Yuni Hendiana (Staff IAT) yang diterima oleh Pimpinan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Meeting Room L.4 FU (01/8/2017). Mereka disambut Prof. Dr. Masri Mansoer, M.Ag (Dekan), Dr. M. Suryadinata, M.Ag (Wadek Bid. Kemahasiswaan dan Alumni), Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA (Kaprodi IAT), Dra. Banun Binangrum, M.Pd (Sekprodi IAT), Dr. Atiyatul Ulya, MA (Ketua Program Magister [S2]), Dra. Tien Rahmatin, MA (Kaprodi Aqidah dan Filsafat Islam) dan Dra. Lily Fakhriyah, MA (Kabag TU) Fakultas Ushuluddin.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta menyarankan FUAD IAIN Pontianak supaya koordinasi legal antar Rektor – Kementerian Agama – BAN-PT – dan DIKTI. Selanjutnya, ‘Di Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta angkatan 2015 sudah ada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sebagai kelanjutan/ ganti nama dari Tafsir Hadis tanpa berubah kurikulum dan dosen. Pada angkatan 2016 terpisah jadi 2; Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir & Prodi Ilmu Hadis.” Terang Dekan

Kedatangan mereka ke Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ingin menanyakan tentang koordinasi terkait pengelolaan jurusan, kurikulum, dan lain sebagainya. “Dari jurusan kami (IAT) lahir dari Fakultas Dakwah akibatnya matakuliah kedakwahan lebih dominan. Dosen pun 5 orang sangat terbatas. Terkait fungsi Laboratorium seperti apa? Dan tiap angkatan di jurusan kami kurang lebih 20 orang. Bagaimana trik mendapat banyak mahasiswa dan bagaimana cara membagi SKS?” Keluh Udi Yuliarto

Hal ini dijawab oleh Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA selaku Kaprodi IAT. “Di sini matakuliah dibagi menjadi 4 penciri; Nasional, Universitas, Fakultas, dan Prodi. Masing-masing diberi prosentasi dan yang paling banyak prosentasi pada matakuliah keahlian/penciri prodi. Input mahasiswa baru banyak yang kurang atau lemah dalam baca al-Qur’an dan Kitab Kuning, maka peran Laboratorium IAT sebagai “bengkel” atau memberi pelajaran tambahan tentang Baca Al-Qur’an dan Kitab Kuning dengan tutor mahasiswa-mahasiswa senior yang ahli dalam bidang tersebut. Karena keikutsertaan mahasiswa dalam Laboratorium IAT menjadi bagian syarat ikut Ujian Komprehensif. Kemudian mengadakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) berbentuk Pelatihan Mufassir Pemula (PMP) kerjasama dengan Bayt Qur’an – Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ). Dan kenapa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta banyak mahasiswa mungkin karena cara pandang calon mahasiswa; Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia, serta dosen-dosen senior level Nasional dan Internasional. Itu yang menjadi daya tarik tersendiri.” Jawab Pengasuh Pondok Pesantren “Ayatirrahman” Parung Bogor [M.NTs]